Mari Menjadi Teman Biasa, Tanpa Embel-embel Romansa

Saling memperhatikan dan mendoakan, hingga saling mengingatkan jam makan. Mari sejenak menjadi manusia biasa yang hidup dalam dukungan, tidak selalu berkenaan dengan perasaan ingin jadi pasangan.

Mari saling mengantar pulang dan berbagi bekal makanan tanpa embel-embel pendekatan. Saling memeluk dan berbagi pundak ketika tangis dan sedih membeludak.

Kubagi rahasia tanpa maksud terselubung dalamnya, bertukar keluh kesah setelah hari-hari yang resah.

Simpan nomor teleponku pada daftar panggilan darurat, panggil kapan saja kau merasa terjerat. Bukannya teman memang seperti itu? Susah senang selalu bersama dan tidak mengeluh.

Mari saling bercanda dan bergosip bersama, memberi ulasan tentang selera pakaian sampai pasangan. Berkata sejujur-jujurnya tanpa takut tidak diterima. Mari berbagi hujatan dan pelukan, mari sama-sama memancing keributan. Menangislah supaya aku punya alasan melabrak siapapun yang kau jadikan lawan.

Mari berbagi rasa malu ketika ketahuan berbuat konyol, mari sama-sama marah pada orang lain yang menyebut salah satu dari kita tolol.

Mari saling bersaing dan merayakan kemenangan. Menabung untuk liburan impian. Mari membuat album foto khusus untuk merekam segala perjalanan. Saling mendukung sampai puluhan tahun ke depan.

Mari menjadi dewasa bersama,
tetapi jangan ubah ini menjadi cinta romantis yang manis.

Sebut ini pertemanan yang menguatkan.
Ketulusan yang sudah jarang ditemukan.

Berusaha saling tanpa imbalan.

—9996

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *