Pemprov Berlakukan Denda Rp100.000 – Rp 1 Juta Bagi Warga Tak Pakai Masker 

CacamNian.com, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai tanggal 1 September 2020 akan memberlakukan penegakan hukum bagi masyarakat pelanggar protokol kesehatan Covid-19.

Pemberlakuan ini berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 22 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Masyarakat yang berpergian tanpa menggunakan masker dan tidak menjaga jarak akan mendapat sanksi sosial atau dendam Rp100 ribu hinga Rp 1 juta.

“Se-Provinsi Bengkulu mulai 1 September penegakan hukum serentak dilakukan baik di kabupaten ataupun di kota. Bagi yang tidak menggunakan masker akan didenda Rp100.000 perorangan dan Rp1 juta untuk pemilik usaha,” tegas Kabid Penegak Perda Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bengkulu Martina, Senin (31/8).

Martini juga menjelaskan, nantinya untuk penegakan hukum Satpol PP akan dibantu aparat TNI/Polri yang akan patroli disetiap tempat baik siang hari ataupun malam hari, dan untuk malam hari patroli akan berlangsung mulai pukul 20:00 WIB hingga 23:00 WIB di seluruh tempat tanpa terkecuali, serta untuk pelaku usaha yang tidak mengindahkan akan diberi teguran secara lisan hingga penutupan sementara hingga mencabut izin usahanya.

Dilansir sebelumnya, setelah di berlakukannya New Normal (Kehidupan baru) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Provinsi Bengkulu terus melakukan giat setiap harinya dalam rangka memutuskan mata rantai penularan Corona Virus (Covid-19). Giat tersebut berbentuk patroli keliling dan dan melakukan cek poin.

Giat tersebut terus dilakukan Satpol-PP Provinsi Bengkulu mengingatkan agar masyarakat benar-benar sadar akan tanggungjawab kepada kesehatannya masing-masing, karena walaupun sudah new normal bukan berarti Bengkulu aman dari covid-19.

“Kita setiap harinya patroli menjadi dua regu, satu regu melaku patroli keliling, satu regu melakukan cek poin, cek poin seperti saat ini yang kita lakukan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pasir Putih yang merazia masyarakat agar ketika berpergian harus tetap menggunakan masker,” ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Murlin Hanizar, (3/7/2020) yang lalu.

Razia yang dilakukan ini sudah lama berlangsung, terutama merazia bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker, karena pemerintahan ingin masyarakat sehat dan tidak terpapar dari covid-19.

“Giat ini terus-terusan kami lakukan agar masyarakat menggunakan masker, katakanlah yang kami lakukan ini adalah sebuah pemaksaan agar masyarakat provinsi Bengkulu ini semuanya sehat dan tidak terpapar covid-19,” jelasnya.

Ketika dilakukan patroli keliling dan cek poin setiap lokasi keramaian masih ada masyarakat yang didapati tidak menggunakan masker.

“Masyarakat ketika kami dapati tidak menggunakan masker dengan alasan ini dan itu tetap kami lakukan tindak, tindakan tersebut berupa sanksi, seperti push up sit up back up dan lain-lain,” pungkasnya. [SA]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *