Junjung Tinggi Hukum, Stop Main Hakim

Hj Riri Damayanti John Latief

CacamNian.com, Bengkulu – Heboh meninggalnya seorang warga karena diduga dianiaya sekelompok orang sebab disinyalir melakukan tindakan pencurian di Komplek Perumahan Bukit Anita Kira Desa Teladan Rejang Lebong yang berbuntut panjang mengundang keprihatinan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, kejadian ini bukan perkara sepele dan perlu disikapi dengan serius akan tidak terjadi kembali di masa yang akan datang.

“Ketika mendapatkan informasinya saya sampai mengelus dada. Satu nyawa hilang hanya karena perkara yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan jalan damai. Bagi saya ini sebuah kebiasaan buruk yang harus dicegah agar tidak berkembang di tengah-tengah masyarakat,” kata Riri Damayanti, Selasa (29/12/2020).

Alumni Psikologi dari Universitas Indonesia itu menjelaskan, kejadian tersebut patut masuk kategori meresahkan mengingat kasus yang sama juga terjadi di banyak wilayah lain.

“Kesewenang-wenangan tidak boleh dibiarkan dalam sebuah negara yang menjunjung tinggi penegakkan hukum. Siapapun yang terbukti bersalah harus diproses dengan hukum secara adil,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan Kelembagaan BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu ini menuturkan, larangan untuk menghilangkan nyawa seseorang bukan hanya tergolong perkara berat dalam hukum formal, tapi juga mendapat kecaman keras dari segi agama.

“Mulai sekarang mari sama-sama berjanji agar setiap permasalahan hukum yang timbul serahkan dengan aparat terkait. Agar jelas apakah orang yang bermasalah benar-benar bersalah atau tidak. Hadapi kasus-kasus yang terjadi dengan pikiran terbuka. Jangan sampai ada lagi main hakim sendiri,” harap Riri Damayanti.

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai meminta kepada pemerintah untuk mewujudkan tatanan sosial yang adil agar hanya negara menjadi satu-satunya lembaga yang sah untuk melakukan kekerasan.

“Jangan sampai timbul keraguan di tengah-tengah masyarakat bahwa negara terlalu lemah dalam menyelesaikan sebuah masalah sehingga mereka memilih untuk main hakim sendiri,” demikian Riri Damayanti.

Untuk diketahui, pihak keluarga korban yang meninggal dunia karena diduga dianiya sekelompok orang sebab disinyalir melakukan tindakan pencurian di Komplek Perumahan Bukit Anita Kira Desa Teladan telah dilaporan pihak keluarga ke Polres Rejang Lebong.

Pihak keluarga yang diwakili istri almarhum merasa tidak senang dengang tindakan sekelompok orang yang tergambar dari video kejadian di Desa Teladan tersebut yang mengakibatkan suaminya meninggal dunia. [M]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *