Belajar Tatap Muka Ditunda

Ilustrasi.

CacamNian.com, Seluma – Proses belajar tatap muka yang rencana akan digelar pada Senin (4/1/2021) ini batal digelar. Dari tingkat PAUD, SD, dan SMP sederajat dipastikan tidak akan mengikuti belajar tatap muka berdasarkan keputusan yang diambil Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Seluma.

Keputusan tersebut diambil setelah melakukan rapat koordinasi atas pengamatan situasi perkembangan pandemi Covid-19 dan mengeluarkan surat edaran (SE) yang diterbitnya Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan, Emzaili Hambali.

Berdasarkan surat edaran itu, pelajar masih mengikuti metode belajar jarak jauh atau daring.

“Mengingat masih tingginya resiko penyebaran Covid-19 di Kabupaten Seluma, maka untuk pembelajaran tatap muka semester genap pada PAUD, SD, Paket A, SMP, Paket V, tahun pelajaran 2020/2021 di Kabupaten Seluma ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” jelas surat yang ditandatangani Kepala Dinas, Emzaili Hambali.

Pengambilan keputusan penundaan ini juga didasari Surat Edaran Gubernur Bengkulu nomor 420/6980/Dikbud/2020 tanggal 30 Desember tentang penundaan kegiatan belajar tatap muka Semester genap tahun 2020/2021 di Provinsi Bengkulu.

Adapun sebelumnya Dispendik juga telah berusaha mengusulkan, agar zonasi wilayah sekolah dibagi sesuai kecamatan namun ditolal.

“Kami sudah usulkan agar zona sekolah bisa dibagi sesuai kecamatan, sehingga yang kecamatan zona hijau sudah mulai dapat sekolah tatap muka namun ditolak. Selain itu jumlah pasien di Seluma saat ini masih mengalami peningkatan,” jelasnya.

Pelajar di Kabupaten Seluma telah menjalani masa belajar jarak jauh sejak pertengahan Maret 2020 lalu. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 di Sekolah.

Positif Covid-19 Kian Bertambah

Kasus positif Covid-19 di Provinsi Bengkulu terus bertambah. Hal itu berdasarkan update terbaru dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu, Minggu (3/1/2021).

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu, Jaduliwan menyampaikan, sampel yang diperiksa sebanyak 18.603 dan yang positif sebanyak 3.733 untuk jumlah suspeknya sendiri sebanyak 6.373.

“Hasil sampel yang keluar hari ini 210 dan untuk yang positif sebanyak 45 sampel,” kata Jaduliwan.

Penambahan kasus positif tersebut terdiri dari Kota Bengkulu 19 orang, Rejang Lebong 2 orang, Lebong 2 orang, Bengkulu Utara 4 orang, Kepahiang 7 orang, Kaur 8 orang Mukomuko 1 orang.

“Untuk total kasus sembuh hari Senin (3/1/2020) 91 kasus dan total keseluruhan kasus sembuh 2.754 orang. Sedangkan untuk kasus positif meninggal sebanyak 116 orang. Hari senin tidak ada penambahan kasus meninggal,” tutup Jaduliwan.

Belajar Jarak Jauh, Buang Pesimisme agar Pendidikan Tetap Berlangsung

Anggota DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, di tengah Covid-19, telah banyak orang tua yang mengeluhkan bahwa penyelenggaraan pendidikan pada waktu belakangan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

“Memang tidak mudah mengganti interaksi belajar mengajar yang biasa dengan tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh di ruang maya. Tapi tidak boleh pesimis. Bagaimanapun pendidikan harus tetap berlangsung. Di sini, semangat orang tua sangat dibutuhkan,” kata Riri Damayanti, Senin (4/5/2020).

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kesejahteraan kepada para tenaga pengajar, khususnya kepada guru kontrak dan guru harian agar dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas mereka di tengah pandemi.

“Guru harus siap dalam menghadapi kemungkinan panjangnya masa tanggap darurat pandemi Covid-19. Guru-guru harus menguasai metode belajar jarak jauh yang efektif agar murid-murid tetap bisa belajar di masa pandemi,” Riri Damayanti menyarankan. [M]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *