oleh

Di Bengkulu, Gubernur Orang Pertama Divaksin

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah

CacamNian.com, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu pada Senin (4/1/2021) sore telah menerima sebanyak 20.280 dosis vaksin Covid-19. Vaksin yang diantar di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu itu melakukan pengamanan yang ketat dari aparat kepolisian.

Vaksin tahap pertama yang akan dilaksanakan secara serentak secara Nasional pada 13 Januari dimulai dari Presiden kemudian Menteri. Khusus Daerah akan dilakukan pada tanggal 14 Januari 2021, baik Gubernur dan unsur forkominda, dilanjukan untuk tenaga kesehatan (nakes).

“Saya memulai pertama bersama unsur forkominda, kepala dinas kesehatan dan rumah sakit untuk meyakinkan dan mengedukasi kepada publik. Vaksin yang datang sebanyak 20 ribu dosis lebih, yang saat ini disimpan di tempat yang sangat aman sesuai standar,” kata Rohidin usai mengikuti rapat koordinasi via video conference yang dipimpin langsung Presiden RI Joko Widodo terkait penanganan pandemi Covid-19 dan rencana pelaksanaan vaksinasi di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu, 6 Januari 2020.

Gubernur juga menjelaskan, vaksinasi pertama oleh Presiden hingga Kepala Daerah itu untuk memberikan tingkat kepercayaan kepada masyarakat agar tidak meragukan vaksin tersebut. Sebab, hal itu sudah melalui tahap uji coba yang sangat ketat, sehingga dipastikan aman.

“Untuk Bengkulu, vaksinisasi dilaksankan pada 14 Januari, sembari menunggu dikeluarkannya autoritas dari BPOM RI. Jadi kita menunggu arahan dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Selain menunggu itu, pemerintah juga menunggu aspek kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan terus melakukan persiapan dalam melaksanakan vaksinasi.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan distribusi vaksin virus corona ini merupakan tahap pertama. Serta, vaksin sebanyak 20.800 dosis atau vial itu khusus untuk tenaga kesehatan terlebih dahulu.

“Karena satu orang itu akan mendapatkan dua dosis. Setelah dosis pertama, empat belas hari kemudiannya dosis kedua,” kata Herwan kepada awak media, pada Senin (4/1/2021) sore.

Ia melanjutkan, dalam pelaksanaan imunisasi vaksin ini tentu pihaknya harus mengikuti petunjuk dari Kementeri Kesehatan (Kemenkes). Namun sayang, Herwan belum bisa menerangkan jumlah tenaga kesehatan di Bumi Rafflesia yang akan diberikan imunisasi virus tersebut.

“Sebenarnya dua puluh ribu dosis ini untuk empat belas ribu orang. Jika dilihat dari jumlah tenaga kesehatan kita ada variasi. Kita lihat nanti,” ujarnya.

Menurut Herwan, Kemenkes mendistribusikan vaksin itu untuk 17.000 tenaga kesehatan. Oleh karena itu, secara total nantinya vaksin yang dibutuhkan untuk tenaga kesehatan berjumlah 34.000 vial.

“Tentu kekurangn nanti akan dilengkapi dan dipenuhi dalam waktu dekat, karena pihak PT BIO FARMA sudah menyampaikan bahwa distribusi ini akan bertahap. Sampai sasaran di Provinsi Bengkulu terpenuhi,” ungkapnya.

Selain itu, Herwan menuturkan pihaknya belum dapat memastikan waktu pendistribusian vaksin untuk jajarannya di kabupaten/kota. Sebab, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Ditjen P2P Kemenkes.

“Karena emergency use authorization atau izin penggunaan darurat belum keluar dari BPOM, jadi sementara kita simpan dulu cool room (ruang pendingin) disini,” tutup Herwan. [MM]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed