Antisipasi Segera, Jembrana Rugikan Petani

Hj Riri Damayanti John Latief

CacamNian.com, Bengkulu – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief bereaksi setelah memperoleh informasi dari salah satu media partnernya mengenai virus jembrana yang menghantui para peternak sapi dua kecamatan di Seluma yang diperkuat dengan hasil labfor.

Menurut Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini, stakeholder terkait perlu meningkatkan pengawasan terhadap ternak-ternak sapi warga agar virus tersebut tidak meluas.

“Wajar banyak warga yang cemas. Karena berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, banyak ternak warga yang mati karena virus tersebut. Di tengah pandemi covid-19, virus ini bisa semakin membuat susah kehidupan peternak,” kata Riri Damayanti, Kamis (14/1/2021).

Data terhimpun, pada Maret 2019, hanya dalam dua bulan virus jembrana membuat 73 ekor sapi milik warga di sembilan kelurahan di Kabupaten Mukomuko.

“Kalau harga sapi rata-rata Rp14 jutaan, berarti kerugian peternak dalam kasus Mukomuko tahun lalu mencapai Rp1 miliar lebih. Kerugian yang besar untuk kelas peternak kecil. Jadi masalah ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Saya minta Kementerian Pertanian ikut menseriusi masalah ini,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini berharap pemerintah daerah memperketat pengawasan kesehatan secara ketat terhadap sapi-sapi dari luar provinsi yang masuk ke Bengkulu.

“Saya yakin pemerintah daerah dengan vaksin yang sudah tersedia akan dan telah menyalurkannya kepada peternak yang membutuhkan. Tapi sebagai langkah antisipasi para peternak penting untuk sering-sering diingatkan agar segara melapor kalau ada gejala virus jembrana pada sapinya,” ungkap Riri Damayanti.

Berdasakan literasi Medik Veteriner Muda, Drh Joko Susilo MSc, virus jembrana menjadi wabah yang kerap terjadi di beberapa daerah di Pulau Sumatera khususnya pada daerah sentra sapi bali dengan pemeliharaan secara ekstensif pada lahan sawit.

Ketika terjadi di sebuah wilayah, wabah jembrana dapat menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar bagi semua pihak.

Seperti wabah covid-19, penutupan dan pembatasan lalu lintas sapi Bali di daerah wabah ke daerah bebas, serta pengendalian vektor menjadi sangat krusial dalam upaya penyebaran penyakit ke populasi dalam satu daerah ataupun antar daerah.

Keberhasilan penanganan wabah jembrana ini sangat tergantung kepada sinergi antar pemerintah, peternak dan para pedagang. [M]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *