oleh

1.436 Tenaga Kesehatan Telah Divaksin

Ilustrasi.

CacamNian.com, Bengkulu – Hingga Minggu (24/1/2021) sore, 1.436 dari 5.899 tenaga kesehatan (nakes) di Provinsi Bengkulu berhasil divaksin. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu, Herwan Antoni.

“Sampai saat ini baru 1.436 nakes di Bengkulu, diberikan suntikan vaksin Covid-19. Nakes tersebut tersebar di Kabupaten Seluma, Bengkulu Tengah dan Mukomuko. Sedangkan yang lainya masih dalam proses pemberian vaksinasi,” kata Kepala Dinkes Bengkulu, Herwan Antoni, Minggu (24/1/2021).

Ia mengatakan, jumlah nakes di Bengkulu, yang akan mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19 tahap pertama sebanyak 15.736 orang. Dari jumlah tersebut, yang sudah mendaftar tercatat sebanyak 6.080 orang.

Dari nakes yang mendaftar untuk diberikan suntikan vaksin Covid-19 tercatat sebanyak 178 orang tidak bersedia vaksinasi karena berbagai alasan, sehingga total nakes yang siap divaksinasi sebanyak 5.899 orang.

Dari jumlah tersebut, sampai kini yang sudah menerima suntikan vaksinasi Covid-19 sebanyak 1.463 orang. Mereka terdiri dari dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya tersebar di tiga kabupaten dan kota, yakni Kota Bengkulu, Seluma dan Bengkulu Tengah.

Sedangkan nakes di tujuh kabupaten lainnya belum diberikan vaksinasi Covid-19 karena masih menunggu kedatangan sebanyak 11.600 vaksin dari Biofarma.

“Vaksin tambahan ini diperkirakan tiba di Bengkulu, Senin (25/1/2021). Sampai di Bengkulu, vaksin ini disimpan di gudang Farmasi setempat dan selanjutnya menunggu petunjuk ke Kemkes untuk mendistribusikan ke tujuh kabupaten lagi di Bengkulu,” ujarnya.

Herwan menambahkan, meski realisasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Bengkulu, masih di bawah 15% dari target 5.899 nakes, tapi pihaknya optimistis jika kebutuhan vaksin di 10 kabupaten dan kota sudah terpenuhi sesuai harapan, maka pelaksanaan vaksinasidapat dituntaskan sesuai target.

“Sekarang baru tiga kabupaten dan kota di Bengkulu, yang sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19, sedangkan tujuh lainnya belum melaksanakan. Jadi, wajar kalau realisasi pelaksanaan vaksinasi masih di bawah 15%,” ujarnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed