Warning Bencana Banjir

CacamNian.com, Bengkulu – Banyaknya banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia menjadi warning bagi Provinsi Bengkulu untuk senantiasa siaga menghadapi ancaman yang sama mengingat provinsi ini pernah mengalami kerugian besar akibat musibah tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mendorong agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bisa memberikan atensi khusus untuk Bengkulu dalam program pengendalian banjir.

“Sejak banjir besar pertengahan tahun 2019, air masih tetap merendam banyak kawasan di Bengkulu pada tahun 2020 dan awal tahun 2021. Terakhir Senin 18 Januari di Kota Bengkulu. Ini artinya ada yang belum tuntas dalam program pengendalian banjir,” kata Riri Damayanti, Selasa (26/1/2021).

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini berharap mengingat besarnya potensi kerugian material dan korban jiwa pada banjir terdahulu, program fisik pengendalian banjir ini mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya dapat dikerjakan pada tahun 2021 ini, tidak menunggu hingga tahun berikutnya.

“Saya sedih pas coba menggali masalah ini justru sorotannya adalah masalah kasus dugaan korupsi proyek pengendali banjir. Sementara usaha-usaha serius untuk menanganinya belum nampak. Mudah-mudahan saya salah. Saya minta kementerian dan pemerintah daerah bisa menseriusi masalah ini,” Riri Damayanti membeberkan.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini berharap masyarakat tidak memberikan beban masalah ini hanya kepada pemerintah dengan ikut berpartisipasi aktif bekerja sama menggalakkan langkah-langkah antisipasi terhadap bencana banjir.

“Stop buang sampah ke sungai atau selokan, lakukan penghijauan di lahan kosong, jangan tebang pohon dengan rakus, jangan dirikan bangunan di lahan yang mudah menyerap atau tempat jalan air menuju laut dan lain-lain. Mulailah dari diri sendiri dan mulailah dari sekarang,” ajak Riri Damayanti.

Sekedar mengingatkan, pada 1 Mei 2019, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis 30 orang tewas akibat longsor dan banjir di Bengkulu, 12 ribu orang mengungsi, 13 ribu orang terdampak dan kerugian sekira Rp144 miliar.

Dari rilis tersebut terungkap, sekitar 3.000 hektare lahan pertanian rusak dengan rincian lahan sawah seluas 2.648,06 hektare, jagung seluas 221.59 hektare, kacang hijau tanah seluas 8.25 hektare, dan kacang hijau seluas 3.25 hektare. Untuk sektor perkebunan, 775 batang sawit terdampak. [MM]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *