Nakes Mogok Kerja, Intensif Sejak Juni 2020 Belum Dibayar

DPRD Provinsi menggelar hearing dengan Nakes beberapa waktu lalu.

CacamNian.com, Bengkulu – Tenaga Kesehatan (Nakes) melakukan mogok kerja di ruang isolasi Covid-19. Hal tersebut lantaran persoalan pembayaran intensif yang belum lunas dari Juni 2020 lalu.

Pihak Nakes, DPRD Provinsi Bengkulu, dan Dinas Kesehatan mengadakan pertemuan bersama untuk memecah persoalan ini. Dalam Pertemuan, para nakes menyampaikan aspirasi soal pembayaran intensif yang terlanmbat. Para nakes pun menolak bekerja di ruang isolasi Covid-19 hingga pembayaran intensif dilunasi.

Dilansir dari Detik.com, salah satu tenaga kerja di rumah sakit umum Bengkulu, Saleh, menuturkan kesalahan keterlambatan pembayaran insentif nakes yang melayani pasien COVID-19 ini dilakukan pihak rumah sakit. Dia menyebut pihak rumah sakit baru memasukkan data nakes per enam bulan sekali ke Kementerian Kesehatan sehingga berdampak pada insentif yang terlambat dibayar.

“Harusnya input data itu dilakukan per tiga bulan, bukan enam bulan, akhirnya uang insentif yang bersumber dari APBN Kementerian Kesehatan terlambat masuk ke kas daerah Bengkulu,” kata Saleh saat diwawancarai, Selasa (26/1/2021).

Saleh menjelaskan tuntutan terkait pembayaran insentif paling lambat pada 28 Februari mendatang. Dia meminta insentif para nakes segera dibayarkan mulai Juni hingga Desember 2020 dan selanjutnya tidak terjadi keterlambatan kembali.

“Kami para nakes, khususnya ASN, akan menolak dulu bekerja di ruang isolasi hingga pembayaran dilakukan, tapi kami akan tetap bekerja seperti biasa sebagai ASN,” ucap Saleh.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Exler, telah meminta pihak rumah sakit segera mencari cara atau menggunakan anggaran lain untuk membayarkan dulu insentif para nakes yang tertunda sejak Juni. Namun dia meminta agar itu jangan sampai menyalahi aturan yang berlaku.

“Tadi kita sudah hearing bersama para nakes, Dinas Kesehatan, dan pihak rumah sakit agar segera membayarkan insentif paling lambat akhir Februari,” ucap Dempo secara terpisah.

Dempo meminta pihak rumah sakit selanjutnya segera mengubah sistem input menjadi per tiga bulan agar tidak terjadi kendala saat pembayaran nanti. Pihak rumah sakit juga diminta memberikan uang lauk pauk kepada para nakes sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat.

“Berharap ke depannya kendala semacam ini tidak terulang dan tidak memberikan sanksi kepada para nakes yang menuntut insentif mereka,” tutup Dempo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *