Vial Vaksin Dijemput, Ini Rencana Dinkes BU

Ilustrasi.

CacamNian.com, Bengkulu – Kepala Dinkes BU, Syamsul Maarief SKM MKes melalui Kabid P2P Ujang Ismail SKM MPH mengatalam, Dinkes BU melakukan penjemputan 3.6.86 vial vaksin covid-19.

“Ya, hari ini (27/1) kita akan menjemput vaksin tersebut,” kata Ujang,  Rabu (27/1/2021).

Ujang menambahkan, bahwa jumlah vaksin Covid-19 untuk Kabupaten BU 1.848 vial dikali dua, sehingga total berjumlah 3.696.

“Kemarin kita sudah melakukan rapat koordinasi bersama terkait pejemputan vaksin tersebut. Insya Allah jam 09.00 WIB kita berangkat dari sini dan sekitar 14.00 WIB sudah tiba lagi di sini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ujang menuturkan, untuk tahap pertama ini, 1.848 vaksin Covid-19 akan disuntikan kepada tenaga kesehatan dan pelayanan publik yang ada di BU. Dimana pelaksanaannya direncanakan akan dilaksanakan serentak pada minggu pertama bulan Februari 2021 mendatang.

“Untuk penyuntikan tahap pertama sebanyak 1.848 bagi tenaga kesehatan dan pelayanan publik. Kita harapkan tahap pertama ini semua tenaga kesehatan dan pelayanan publik, kecuali yang tidak memenuhi syarat semuanya ikut vaksinasi nantinya,” tukasnya.

Harapan Senator Riri

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, seperti oasis di tengah krisis akibat pandemi covid-19, kedatangan paket vaksin Sinovac, menyusul beragam jenis vaksin, memberikan harapan akan berakhirnya pandemi corona.

“Mengenai vaksin saya tidak ingin ikut berpolemik. Yang jelas kedatangan vaksin bukan berarti pandemi covid-19 berakhir karena sejauh ini masih dalam proses telaah. Belum disebar ke masyarakat. Tetap patuhi protokol kesehatan,” kata Riri Damayanti mengenai vaksin covid-19, Rabu (27/1/2021).

Sembari menanti, Alumni Psikologi Universitas Indonesia ini mengimbau kepada stakeholder terkait di Bengkulu dapat menyiapkan proses penyimpanan dan pendistribusian vaksin ke berbagai daerah yang membutuhkan.

“Keamanan vaksin harus benar-benar terjaga hingga sampai ke tengah-tengah masyarakat. Bagaimana bisa sampai ke daerah-daerah terpencil yang jaraknya berkilo-kilo melewati jalan tanah, bagaimana anggarannya dan kasus-kasus seperti ini. Jangan sampai yang disuntikkan ke masyarakat nanti sesuatu yang sudah rusak atau tidak lagi aman,” pinta Riri Damayanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *