BMKG: Bengkulu Pernah Gempa 8,4 SR

Ilustrasi.

CacamNian.com, Bengkulu – Terhitung dari 1 – 28 Januari 2021, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu mencatat sebanyak 60 kali lebih gempa.

“Untuk Januari ini total gempa yang terjadi di Bengkulu ada sekitar 60 kali lebih,” kata Koordinator Data dan Informasi BMKG Pulau Baai Anang Anwar di Bengkulu, Kamis (28/1/2021).

Ia menjelaskan, gempa yang dirasakan oleh masyarakat ada sekitar 25 kali dan yang tidak dirasakan oleh masyarakat lebih dari 40 kali.

Namun selama ini pihaknya hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat jika gempa yang terjadi berkekuatan di atas 5 skala richter dan jika dibawah itu pihaknya tidak memberikan informasi tersebut kepada masyarakat.

Hal tersebut dilakukan agar masyarakat tidak panik dan tidak takut jika Bengkulu dilanda gempa.

Lanjut Anang, karena potensi gempa di Bengkulu sangat besar sekali yaitu mencapai sekitar 8,4 skala richter dan pernah terjadi pada 1844.

“Jika di Bengkulu gempa masyarakat jangan khawatir, malah dengan adanya gempa lebih bersyukur karena gempa terjadi tidak langsung sekaligus tapi secara perlahan-lahan,” terangnya.

Dengan terjadinya gempa dengan kekuatan kecil menyebabkan pelepasan energi di lempeng bumi akan terjadi terus menerus sehingga mengurangi terjadinya gempa besar di Bengkulu.

Perlu Infrastruktur Tangguh Hadapi Bencana

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, para ahli telah banyak menyebutkan bahwa potensi terjadinya gempa di Bengkulu dapat menimbulkan kerugian ekonomi sangat besar masih terus mengintai.

“Kedepan, Bengkulu lebih siap untuk meminimalisir dampak-dampak buruk yang akan ditimbulkan saat bumi bergetar. Ketidak-siapan dalam mengantisipasi segala hal buruk akan memporak-porandakan sebuah daerah,” kata Riri Damayanti, Selasa (29/1/2021).

Selain itu Senator Bengkulu ini meminta, kepada pemerintah daerah terus memastikan bahwa kesiapan infrastruktur, serta simulasi penanganan gempa dan tsunami di Bengkulu telah dicek secara berkala.

“Terus terang saya belum cek ke lapangan, misal kalau bencana mengakibatkan semua listrik mati sudah ada belum upaya untuk menanganinya dengan energi alternatif? Kesiapan seperti ini jangan disepelekan. Saat kondisi darurat, listrik adalah salah satu kebutuhan penting juga dalam penanganan bencana,” jelas Riri.

Lebih lanjut ia juga mendoakan, tidak ada bencana yang terjadi di Bengkulu yang mengakibatkan banyak warga terluka, trauma, kehilangan rumah, dan kerugian ekonomi yang besar.

“Kesadaran warga harus terus ditingkatkan agar keselamatan dan ketahanan membudaya, sehingga masyarakat menjadi tangguh dalam menghadapi berbagai macam bencana. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menjaga Bumi Rafflesia dari semua marabahaya,” tutup Riri Damayanti. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *