oleh

Penerima KIP Bengkulu, Ini Kata Kepada Disdiknas

Ilustrasi.

CacamNian.com, Bengkulu – Kepala Disdiknas Bengkulu, Eri Yulian Hidayat mangatakan, sebanyak 3.000 siswa tak mampu diusulkan ke pemerintah pusat untuk menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

“Ada sekitar 3.000 siswa di Bengkulu, kita usulkan ke pusat untuk mendapatkan fasilitas KIP. Mereka ini berasal dari keluarga tidak mampu alias miskin. Usulan ini dilakukan agar anak tidak mampu tetap bisa bersekolah,” kata Kepala Disdiknas Bengkulu, Eri Yulian Hidayat, di Bengkulu, Jumat (29/1/2020).

Dilansir dari Beritasatu.com, ribuan siswa yang diusulkan Diknas Bengkulu ke pusat untuk mendapatkan KIP tersebut, terdiri atas pelajar SD, SMP, SMA/SMK sederajat tersebar di 10 kabupaten dan kota di daerah ini. Namun, Eri tidak merincikan jumlah siswa yang diusulkan mendapatkan KIP di masing-masing jenjang pendidikan.

“Yang jelas, pada tahun 2021 ini, ada 3.000 pelajar di Bengkulu, kita usulkan dapat KIP agar mereka tetap bersekolah alias tidak putus sekolah. Siswa yang kita usulkan menerima KIP semunya berasal dari keluarga tidak mampu alias miskin,” kata Eri.

Bantuan PIP ini diberikan langsung kepada siswa bersangkutan oleh Kemendiknas setelah melalui verifikasi dari Diknas setempat. Pada tahun 2020 lalu, jumlah penerima bantuan PIP dari Kemdiknas sebanyak 177.626 siswa dengan penyaluran 119.257 siswa dengan nilai sebesar Rp 98,3 miliar.

Siswa penerima dana bantuan PIP ini sebanyak 177.626 siswa tersebut, terdiri atas pelajar SD, SMP, SMA/SMK sederajat, tersebar di 10 kabupaten dan kota di Bengkulu. Selain itu, bantuan serupa juga diberikan kepada masyarakat yang mengikuti program paket A, B dan C, serta pendidikan khusus.

Eri menjelaksan, tujuan dari bantuan PIP untuk mencagah jangan sampai anak dari keluarga tidak mampu alias miskin putus sekolah. Karena itu, pelajar yang menerima bantuan ini dilakukan selektif agar tetap sasaran.

Dengan demikian, pelajar yang diberikan dana PIP dari Kemendiknkasini, benar-benar sesuai dengan program dan tetap sasaran, yakni berasal dari keluarga miskin alias kurang mampu. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed