Kuota Terbatas, Pupuk Subsidi Meroket

CacamNian.com, Bengkulu – Berdasarkan surat dari Pemerintah Provinsi Bengkulu tentang kuota pupuk bersubsidi serta daftar harga eceran tertinggi (HET), Kabupaten Mukomuko bakal mengalami kenaikan harga kedepannya.

Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Distan Mukomuko, Ali Mukibin, S.Hut. mengatakan akan cepat mensosialisasikan informasi kenaikan pupuk bersubsidi ini untuk menghindari polemik di tengah masyarakat. Khususnya para petani.

“Ini kita sudah mendapat informasi dan akan langsung kita sosialisasikan. Jangan sampai petani kaget. Kalau tahunya tiba-tiba, takut terjadi keributan,” ujar Alim, Senin (1/2/2021).

Ditanya prihal kenaikan, ia tidak mengetahui secara pasti penyebabnya. Namun yang jelas, kata Ali, bakal terjadi kenaikan harga mencapai 30 persen.

“Kalau penyebabnya kita gak tahu. Yang jelas dari daftar HET, ada kenaikan. Makanya ini perlu disosialisasikan ke petani. Kalau kios-kios sudah diberitahu pihak distributor,” katanya.

Diuraikan Ali, jenis pupuk subsidi yang harganya bakal naik diantaranya, Urea dari Rp 1.800 naik menjadi Rp 2.350 per kilogram, Za dari Rp 1.400 menjadi Rp 1.700, Organik dari Rp 500 menjadi Rp 800, dan SP36 dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.400 per kilogaram. “Cuma NPK dan Phonska yang tidak mengalami kenaikan,” ungkap Ali.

Ditambahkannya, syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi yaitu petani yang telah memegang Kartu Tani. Untuk di Mukomuko petani yang sudah memiliki Kartu Tani tercatat sekitar 17.530 orang.

“Mudah-mudahan saja, kenaikan harga pupuk subsidi ini tidak menimbulkan polemik. Sebagaimana kita tahu, pupuk subsidi sangat dibutuhkan para petani kita,” demikian Ali.

Reses Senator, Petani Keluhkan Pupuk Subsidi

Hj Riri Damayanti John Latief

Dari hasil reses, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Hj Riri Damayanti John Latief telah menjumpai sejumlah persoalan di tengah-tengah masyarakat Bengkulu.

Persoalan itu, kartu tani dan pupuk bersubsidi.

Masalah pupuk bersubsidi, tidak malah mendatangkan solusi, tapi mempersulit petani. Mengingat waktunya pupuk di pakai malah belum datang, karena berbagai persoalan.

“Beberapa aspirasi akan di bawa sebagai aspirasi Bengkulu kepada pemerintah pusat, khususnya kepada kementerian-kementerian terkait,” terang Riri (31/12/2020).

Selain itu kekedar catatan dirinya reses dipenghujung tahun 2020 lalu, Diharapkan, menjadi salah satu fokus bahasan yang dapat diperjuangkan.

“Semoga 2021 nanti kita dan semua kondisi bangsa ini lebih baik. Aamiin,” demikian Riri Damayanti menutup dengan harapan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *