Dua Kabupaten Siap Jadi Bahan Percontohan Sekolah Penggerak

CacamNian.com, Bengkulu – Untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang berkualitas di setiap daerah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI meluncurkan Program Sekolah Penggerak.

Program Sekolah Penggerak yang diresmikan pada Senin (1/2/2021) ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Supran menuturkan, untuk mensukseskan program Kemendikbud RI, Bengkulu akan menyiapkan dua kabupaten sebagai percontohan untuk kabupaten kota se provinsi Bengkulu ke depan.

“Untuk Bengkulu, diawali dengan dua kabupaten yaitu Bengkulu Selatan dan Rejang Lebong, selanjutnya kabupaten/kota lain akan mengikuti. Kemudian, sesuai instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), sekolah penggerak akan langsung diterapkan pada tahun ajaran 2021 ini, semoga pelaksanaan nya dapat berlangsung lancar,” terang Supran usai mengikuti Webinar bersama Mendikbud Nadiem A. Makarim, Senin (1/2).

Lebih lanjut, Supran mengatakan bahwa program sekolah penggerak adalah langkah yang patut diapresiasi. Langkah pemerintah untuk mewujudkan pendidikan Indonesia lebih bagus dan merata untuk tiap daerah yang ada di Indonesia.

“Seluruh provinsi sudah berkomitmen melaksanakan program sekolah penggerak ini, agar mutu serta kualitas pendidikan di Indonesia semakin meningkat,” pungkas Supran.

Dilansir sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) meluncurkan program Sekolah Penggerak, Senin (1/2/2021), sebagai salah satu upaya meningkatkan hasil belajar siswa yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi serta karakter.

Pada 2021-2020, Sekolah Penggerak akan menyasar 2.500 sekolah di 34 Provinsi dan 111 Kabupaten/ Kota, dimulai dengan pendaftaran peserta oleh Kepala Sekolah di daerah penyelenggara sebelum 6 Maret 2020.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menerangkan, Program Sekolah Penggerak bukanlah untuk memilih sekolah favorit atau sekolah unggulan, melainkan untuk mendorong transformasi sekolah negeri dan swasta untuk bergerak satu hingga dua tahap lebih maju.

“Bukan jadi sekolah favorit atau unggulan karena inputnya bisa berbeda. Kita tidak akan mengubah input sama sekali, bukan memilih sekolah unggul, bukan memilih sekolah yang kemampuannya anaknya bagus. Bisa sekolah belum memadai di bawah rata-rata sehingga perubahan lebih terasa,” papar Nadiem dalam konferensi daring Merdeka Belajar Episode 7: Program Sekolah Penggerak, Senin (1/2/2021). (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *