Jubir PRIMA: Ambang Batas Mengebiri Rakyat

CacamNian.com, Jakarta – Pemilu di Indonesia adalah pemilu tersulit di dunia dan akhirat. Hal tersebut diungkapkan Farhan Abdillah – Jubir PRIMA di diskusi virtual BO “Rezim Ambang Batas Kepentingan Siapa” pada Jumat (5/2/2021) pukul 19.00 WIB.

Menurutnya, pemilu di Indonesia tidak demokratis, itu tergambar dari setiap lima tahun sekali selalu gonta-ganti dan terus direvisi undang-undang.

“Tidak ada cek dan evaluasinya dulu, tidak ada trial errornya dulu, tidak ada kesempatan untuk melihat undang-undang pemilu sebelumnya atau indikator beberapa tahun atau beberapa dekade pemilu sehingga tidak ada evaluasi baik dan buruk undang-undang yang ada sebelumnya,” ungkap Farhan.

Termasuk persoalan ambang batas. Menurutnya, ambang batas mengebiri hak konfensionalitas rakyat. Hal itu tergambar dari UU Pemilu yang direvisi, syarat calon anggota legislatif adalah irisan dari perguruan tinggi.

“Jadi kaum-kaum muda atau masyarakat yang skala kecil menengah atau yang tidak mampu untuk kuliah untuk mengakses pendidikan tinggi itu terhalangi hak berpolitiknya. Atau bisa disebut orang yang berpendidikan tinggi atau lulusan dari perguruan tinggi yang bisa menjadi calon anggota legislatif,” ungkapnya.

Menurutnya, ambang batas justru sangat membatasi hak berpolik rakyat, seakan-akan hak yang berpolitik atau duduk di kursi parlemen adalah orang yang menengah keatas saja atau orang yang bisa mengakses pendidikan tinggi.

“Jadi jika partai yang mengusung pemuda-pemuda desa yang mampu, yang katabel dalam berpolitik menyuarakan aspirasi masyarakat itu tidak boleh duduk di parlemen?,” ungkapnya.

“Ditambah dengan Parliamentary Threshold yang dulunya di DPR RI hanya 4 pensen menjadia 5 persen. bahkan ditingkatan berjenjang dibuat 4 persen DPRD Provinsi, 3 persen di DPRD Kabupaten. Ini kan menjadi kebingungan baru bagi masyarakat yang pada 2019 lalu, masih banyak evaluasi dan kegagalan di dalam pemilu, apalagi ini dinaikkan menjadi 5 persen,” tegasnya.

Ia menegaskan, ambang batas itu mengebiri partai politik atau politik aspirasi masyarakat. [Medi Muamar]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *