oleh

Senator Riri Sambut Optimisme Ekspor Karet Bengkulu

-Daerah-110 views
Ilustrasi.

CacamNian.com, Bengkulu – Karantina Pertanian Bengkulu Ahmad Sutiyoso memerikasa 100,8 Ton karet asal Bengkulu yang akan di ekspor ke Durban, Afrika Selatan. Pemeriksaan dan memastikan media pembawa ekspor karet aman sampai negara tujuan.

“Sebelum dimuat ke alat angkut, kami selalu lakukan pemeriksaan. Baik terhadap kesesuaian jumlah, volume, dan kesehatan media pembawa tersebut. Paletnya pun telah difumigasi sebelumnya, jika telah sesuai selanjutnya kami terbitkan PC (Phytosanitary Certificate),” ujar Ahmad, Minggu (7/2/2021).

Berdasarkan data sistem otomasi IQFAST selama tahun 2020, terdapat beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor karet asal Bengkulu yaitu Afrika Selatan, Amerika Serikat, Tiongkok, Kanada dan Malaysia. Nilainya pun cukup fantastis, mendekati angka Rp 77 miliar dengan volume sebanyak 6.500 ton dan frekuensi tidak kurang dari 50 kali.

Kepala Karantina Pertanian Bengkulu Bukhari secara terpisah berharap ada kenaikan signifikan ekspor karet Bengkulu di tahun 2021.

“Kita sambut optimistis ekspor karet meningkat tahun ini. Melalui program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor), semua komoditas pertanian yang berpotensi ekspor sama-sama kita dorong untuk bisa ekspor dan ekspor lagi,” ungkap Bukhari.

Ini bukan tanpa alasan, Bukhari menjelaskan mengingat sebagian masyarakat Bengkulu adalah petani yang masih berharap besar dari subsektor perkebunan, termasuk karet. Meningkatnya ekspor secara otomatis meningkat juga volume dan daya beli terhadap karet milik rakyat. Mari bersama kita dorong peningkatan ekspor pertanian Provinsi Bengkulu.

Sementara, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengapresiasi kinerja pemerintah dalam memastikan ekspor karet yang mencapai 100,8 ton.

“Keberhasilan-keberhasilan yang diraih patut dipertahankan dan ditingkatkan. Di tengah pandemi, perkebunan adalah solusi untuk sejahtera,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini berharap, di Bengkulu, harga komuditas karet tidak anjlok lagi seperti harga ketika awal pandemi masuk Bengkulu.

“Semua hasil komoditas petani harus bisa diserap industri dengan harga yang pantas dan mensejahterakan. Subsidi atau bantuan berhak diperoleh sama semua petani, jangan hanya kepada pemain industri besar tanpa memperdulikan petani. Mari kita dorong juga untuk meningkatkan ekspor pertani Bengkulu,” demikian Riri Damayanti. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed