Senator Riri Minta Pemerintah Antisipasi Bencana Sejak Dini

Hj Riri Damayanti John Latief

CacamNian.com, Bengkulu – Meningkatnya intensitas kebencanaan di Indonesia atau secara khusus gempabumi di Bengkulu menuntut semua pihak untuk benar-benar siap melakukan langkah-langkah antisipasi karena akan membawa konsekuensi serius bagi masyarakat.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengutarakan, kelompok yang paling terpukul dalam sebuah bencana adalah mereka yang hidup paling miskin, anak-anak yatim dan para janda.

“Saya minta kementerian terkait bikin kebijakan khusus untuk mereka yang hidup paling rentan agar mereka dapat beradaptasi dari sekarang atau kalau tidak berarti akan ada banyak korban jiwa bila bencana alam atau non alam melanda,” kata Riri Damayanti, Selasa (16/2/2021).

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini menyangsikan masyarakat yang hidup secara ekonomi berada di garis menengah ke bawah tinggal di tempat hunian berbahan bangunan kokoh menghadapi gempabumi dalam skala besar.

“Saya bahkan dapat laporan ada rumah di Lebong yang digoyang sedikit saja dengan gempa langsung ambruk dinding rumahnya. Akibat-akibat seperti ini yang patut dihindari. Karena kebanyakan korban jiwa dari hal-hal semacam ini,” papar Riri Damayanti John Latief.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini berharap pemerintah menetapkan kebijakan anggaran yang berpihak kepada kelompok rentan tersebut untuk meminimalisir korban jiwa bilamana bencana melanda secara tiba-tiba.

“Untuk menghadapi bencana non alam seperti pandemi covid-19 okelah bisa pakai vaksin. Tapi kalau bencana alam di tengah perubahan iklim dunia yang nggak menentu, ini tidak bisa mengandalkan vaksin kecuali dicegah dengan cara-cara yang arif dan bijaksana,” papar Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Bidang OPK BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu ini mengajak kepada semua yang menerima informasi ini untuk taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala mengingat dosa-dosa manusia kepada sesama dan kepala alam telah memicu perubahan iklim secara ekstrem.

“Sekarang hujan sedikit banjir dimana-mana. Kemarau dikit, kebakaran dimana-mana. Awal tahun ini saja sudah ratusan bencana melanda dan kata ahli bukan tidak ada kaitannya dengan perubahan iklim. Bahkan secara tegas dikatakan bahwa perubahan iklim ini adalah akibat ulah manusia,” ungkap Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menambahkan, pemerintah harus aktif mendesak negara-negara dengan pendapatan besar dan berkontribusi paling banyak dalam perubahan iklim ini melakukan pemulihan alam.

“Negara-negara itu lewat pertemuan-pertemuan internasional juga harus dimintai pertanggungjawab untuk memberikan dukungan dana bagi kelompok rentan di negara-negara berkembang,” demikian Riri Damayanti John Latief. [MM]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *