Senator Riri Prihatin Kasus Suami Gantung Istri

Hj Riri Damayanti John Latief

CacamNian.com, Bengkulu – Dugaan kasus pembunuhan istri oleh suami yang menghebohkan Bengkulu baru-baru ini mengundang keprihatinan yang mendalam oleh Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia tersebut menekankan, kejadian tersebut menunjukkan betapa pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) kian mendesak dilaksanakan.

“Apresiasi saya kepada pihak Kepolisian yang telah mengungkap kasus ini dengan hati-hati. Mudah-mudahan kasus ini bisa memberikan efek jera kepada setiap pelaku kekerasan terhadap perempuan,” kata Hj Riri Damayanti John Latief.

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini menjelaskan, pandemi covid-19 telah memicu peningkatan kasus kekerasan sehingga perlu ada jalan keluar segera yang dapat mencegah jatuhnya lebih banyak korban, terutama di kalangan perempuan dan anak-anak.

“Bagaimana saya tidak prihatin. Coba cek fakta-fakta seputar kekerasan terhadap perempuan dan anak ini. Survei mengatakan 1 dari 3 perempuan pernah jadi korban kekerasan, bukan cuma dilakukan oleh mereka yang berpendidikan dan ekonomi rendah, tapi juga terjadi dalam keluarga-keluarga yang berpendidikan dan ekonomi tinggi. Masalah ini sudah jadi persoalan di semua lapisan masyarakat,”

Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini berharap kasus serupa tidak pernah terjadi lagi. Menurutnya, negara harus benar-benar hadir bukan untuk menindak kejadian seperti ini, tapi mencegah agar kasus serupa tidak pernah terulangi.

“Semua harus ikut bertanggung jawab meningkatkan usaha mencegah kekerasan, sejak dini, di semua lini, terus menerus. Jangan menunggu sampai orang-orang yang dicintai menjadi salah satu korban,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Bidang OPK BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu ini meminta rekan-rekannya di MPR RI dapat menyudahi perdebatan-perdebatan yang mewarnai pembahasan RUU PKS yang telah diusulkan sejak 2012 oleh Komnas Perempuan.

“Mudah-mudahan dalam bulan-bulan ini tidak ada lagi hambatan untuk segera disahkan. Allah menciptakan lelaki dan perempuan untuk saling melengkapi, bukan menyakiti, menjalankan hubungan dengan landasan cinta kasih dan keharmonisan, bukan dengan keduniaan dan perselisihan,” demikian Riri Damayanti. [M]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *