Senator Riri: Prokes, Jangan Abai

Ilustrasi.

CacamNian.com, Bengkulu – Di Bengkulu Selatan, masih banyak warga yang enggan memakai masker saat gelar pesta pernikahan. Hal itu berdasarkan pantauan langsung dari Satpoll PP yang bertugas dilapangan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menyebut, Protokol Kesehatan adalah syarat yang wajib, jangan sampai hal itu justru dianggap sepele yang akan berdampak pada diri kita sendiri.

“Protokol Kesehatan itu wajib digunakan, jangan sampai kita malas menggunakannya dan berdampak pada diri kita, keluarga kita, dan orang-orang yang ada disekitar kita. Mari kita bersama-sama sadar akan bahaya Covid-19,” ungkap Riri Damayanti, Senin (22/2/2021).

Untuk itu, Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini berharap, kepada masyarakat untuk bersama-sama menjadi garda depan membasmi Covid-19 dengan menerapkan Protokol Kesehatan.

“Jangan kita memperlama dan memperpanjang pandemi ini. Semuanya harus mempunyai komitmen bersama melawan Covid-19 dengan membudayakan hidup bersih dan sehat, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan hindari kerumunan massa,” ajak Riri Damayanti.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan telah memberikan izin bagi warga yang ingin menggelar pesta pernikahan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal itu berdasarkan SE Bupati Bengkulu Selatan Nomor :360/01/COVID-19/BPBD/2021 tentang Kegiatan Kerumunan di Masa Pandemi wajib menerapkan prokes covid-19 secara ketat.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar BS, Erwin Muchsin SSos mengatakan, selama pantauannya, Minggu (22/2) di sejumlah tempat pesta pernikahan masih banyak ditemukan warga enggan memakai masker, dan juga berkerumunan. Padahal dengan pelanggaran Prokes Covid-19, dapat menyebabkan penularan virus Covid-19 kepada masyarakat. Sehingga dikhawatirkan nantinya BS kembali ke zona merah.

“Nanti kalau kembali ke zona merah, pesta pernikahan kembali dilarang dan menyalahkan pemerintah, padahal masyarakat sendiri yang tidak peduli Covid-19,” ujarnya.

Dijelaskan Erwin, pihaknya akan rutin memantau kegiatan pesta pernikahan. Hal itu untuk memastikan bahwa protokol dan berbagai syarat kesehatan dilaksanakan oleh penyelenggara resepsi. Sehingga pihaknya ingin memastikan calon pengantin dan pihak keluarga menerapkan prokes dengan menandatangani surat pernyataan.

Adapun diantara prokes covid-19 yang wajib diterapkan diantaranya memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun (3M).

“Mari kita budayakan Kebiasaan 3M agar kita mampu memenangkan peperangan melawan COVID-19,” imbau Erwin. [M]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *