Perda RTRW Dinilai Rem Kerusakan Lingkungan

Hj Riri Damayanti John Latief

CacamNian.com, Bengkulu – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan hasil deteksi adanya pusat tekanan rendah (low pressure area/LPA) atau yang dikenal sebagai potensi bibit siklon tropis sehingga berdampak pada pembentukan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang serta gelombang tinggi di Perairan Bengkulu, Rabu (24/2/2021).

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengingatkan bahwa peringatan tersebut merupakan alarm bagi setiap daerah di Bengkulu agar meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan terjadinya bencana alam banjir, tanah longsor, angin kencang atau anging puting beliung, dan juga bencana alam gempa bumi.

“Banjir besar yang pernah melanda Bengkulu 2019 kemarin masih menyisakan trauma. Apalagi hampir merata di kabupaten/kota dengan korban jiwa yang nggak sedikit. Menyusul gempabumi yang terjadi berkali-kali baru-baru ini,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, Jumat (26/2/2021).

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menjelaskan, banjir besar yang pernah melanda Bengkulu setelah melalui berbagai telaah disimpulkan bukan hanya karena faktor alam seperti curah hujan, namun juga karena rusaknya lingkungan.

“Saya yakin problem-problem lingkungan hidup seperti ini bisa dipecahkan bersama antara masyarakat, akademisi, lembaga-lembaga pekerjaan umum, lingkungan hidup dan berbagai komunitas yang ada,” ujar Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini mengimbau setiap daerah yang belum menyempurnakan dan mengesahkan peraturan daerah (perda) rencana tata ruang wilayah (RTRW) sesuai dengan situasi kekinian agar dapat segera merampungkannya.

“Segera sahkan dan laksanakan, mudah-mudahan membawa kebaikan untuk Bengkulu. Jadi kerusakan-kerusakan yang sekarang bisa direm, diperbaiki dan ancaman-ancaman kedepan bisa diantisipasi. Bersusah-susah sekarang supaya nggak ada sesal kemudian,” tukas Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini optimis kepala-kepala daerah yang baru saja dilantik bisa menjadikan hal ini sebagai prioritas sehingga pembangunan kedepan ramah lingkungan.

“Pembangunan-pembangunan kedepan harus mampu meredam dampak bencana,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Data terhimpun, cuaca ekstrem yang terjadi di Bengkulu beberapa hari terakhir membuat sejumlah tiang listrik tumbang akibat hujan badai sehingga petugas PT PLN Bengkulu memadamkan 15 jurusan listrik.

Kamis (25/2/2021), Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu menyebutkan bahwa hujan yang disertai dengan angin kencang diprediksi masih akan terjadi tiga hari kedepan di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Kota Bengkulu, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kaur. [M]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *