oleh

Diserang Jembrana, Pemerintah Diminta Segera Siapkan Vaksin

Ilustrasi.
Ilustrasi.

CacamNian.com, Bengkulu – Virus Jembrana telah menyerang sapi di Kabupaten Mukomuko. Jembrana yang menyerang selama Januari hingga Februari itu telah membunuh 50 ekor sapi yang tersebar di empat kecamatan Kabupaten Mukomuko.

Empat Kecamatan itu yaitu di Kecamatan Ipuh, Kecamatan Kota Mukomuko, Kecamatan Selagan Raya dan Kecamatan Teras Terunjam.

Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko mencatat, selama bulan Januari hingga Februari virum jembrana membunuh 50 ekor sapi.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menyebut, virus jembrana yang menyerang sapi itu perlu meningkatkan pengawasan terhadap ternak-ternak sapi warga agar virus tersebut tidak meluas.

“Penyakit ini jangan dipandang sebelah mata, jika dibiarkan secara terus menerus akan berdampak pada kehidupan peternak. Saya minta pemerintah untuk segera cepat tanggap untuk menyiapkan vaksin untuk menanggulangi penyakit tersebut,” ungkap Riri Damayanti, Senin (1/3/2021).

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini berharap pemerintah daerah memperketat pengawasan kesehatan secara ketat terhadap sapi-sapi dari luar provinsi yang masuk ke Bengkulu.

“Saya yakin pemerintah daerah dengan vaksin yang sudah tersedia akan dan telah menyalurkannya kepada peternak yang membutuhkan. Tapi sebagai langkah antisipasi para peternak penting untuk sering-sering diingatkan agar segara melapor kalau ada gejala virus jembrana pada sapinya,” ungkap Riri Damayanti.

Sementara, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Warsiman mengatakan, sebanyak 50 ekor sapi mati akibat jembrana, paling banyak di Kecamatan Ipuh, Kecamatan Kota Mukomuko, Kecamatan Selagan Raya dan Kecamatan Teras Terunjam.

Untuk penanganan puluhan ekor sapi yang mati itu, lanjutnya, dengan cara dibakar atau dikubur guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.

“Kita sarankan agar sapi yang mati dikubur atau dibakar dan cara penanganan seperti ini untuk menghindari penyakit mematikan ini menular kepada ternak lain,” ucapnya.

Pihaknya juga telah mengajukan permohonan vaksin sebanyak 2.000 dosis guna mencegah sebanyak 2.000 ekor sapi terserang penyakit ini.

“Kami telah mengajukan permohonan vaksin untuk mencegah ternak terkena penyakit tersebut, namun sampai sekarang ini permohonan sebanyak 2.000 dosis kepada pemerintah belum terealisasi,” tuturnya. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed