Stok Bahan Pokok Masih Aman

Ilustrasi.

CacamNian.com, Bengkulu – Sejumlah kebutuhan pokok masih keadaan stabil saat mendekat bulan suci ramadhan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu, Dewi Dharma melalui Kabid Bina Usaha Perdagangan (Binusdag) Disperindag Kota Bengkulu, Amron Rosyidi menyebut, stok kebutuhan pokok masih aman dan harga dalam keadaan normal.

Ia juga kembali mengecek ke lapangan saat sudah mendekati bulan puasa untuk menanyakan kembali kondisi harga bahan pokok.

“Sejauh ini harga masih normal, kemarin sempat harga cabe naik namun sekarang sudah kembali stabil. Kalau harga bahan pokok lainnya sejauh ini masih normal. Nanti sudah menjelang puasa kita akan cek lagi kelapangan ada kendala apa, nanti baru kita lakukan tindakan,” jelasnya.

Jika nantinya terjadi kendala terkait ketersediaan bahan pokok, pihaknya akan melakukan upaya yang akan melibatkan kerja sama dengan distributor. Jika diperlukan pihaknya akan menggelar pasar murah, namun untuk pasar murah sendiri pihaknya masih akan menunggu instruksi terkait pelaksanaannya.

“Kita minta kesiapan dari distributor, masalah pasokan ini. Jika nanti ada kendala baru kita lakukan tindakan seperti melaporkan ke Dinas Perdagangan Provinsi atau ke Kementerian Perdagangan. Namun kalau untuk pasar tumpah sendiri kita masih menunggu petunjuk dari pimpinan apakah tahun ini dapat dilakukan atau tidak,” jelasnya.

Sementara, Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief meminta kepada pemerintah untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok dan ketersediaanya.

“Saya berharap selama ramadhan dan lebaran tahun ini situasi dan kondisi keamanan pangan dapat dijaga tetap kondusif,” kata Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini mengatakan, walaupun harga kebutuhan pokok masih stabil, namun Pemerintah juga perlu mengantisipasi lonjakan harga di bulan ramadhan dan lebaran.

“Mengantipasi lonjakan harga, baik daging atau kebutuhan pokok harus dilakukan. Misalnya menggelar pasar keliling sebagai langkah antisipasi,” ungkap Riri Damayanti.

Menurut Perempuan yang mendapat gelar Putri Dayang Negeri oleh Masyarakat Adat Tapus ini, pasar keliling dapat menekan harga kebutuhan sehingga kejadian di tahun lalu tidak terulang kembali. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *