Bengkulu – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu akan membangun kampus 2 dilahan 100 hektar yang dihibahkan oleh Pemerintah Kabupaten Seluma. Hibah tanah yang diberikan sebagai wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Seluma terhadap dunia Pendidikan.

Hal ini bentuk dari kepedulian Pemkab Seluma terhadap dunia pendidikan. Lahan ini nantinya akan dijadikan kampus 2 dari UIN Fatmawati Bengkulu.

Bupati seluma Erwin Octavian, SE meminta seluruh OPD terkait, secepatnya memproses pembebasan lahan tersebut sehingga proses pembangunan kampus 2 bisa disegerakan. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi besar di daerah Seluma akan berdampak positif bagi kemajuan daerah.

Baik dari sisi perekonomian maupun peradaban masyarakat. Kita meminta prosesnya agar disegerakan, karena ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah seluma terhadap dunia pendidikan di daerah ini.

“Kita sangat menyambut baik rencana pembangunan kampus 2 IAIN Bengkulu yang nantinya akan menjadi UIN di daerah kita ini,” ujar Erwin.

Rektor IAIN bengkulu Prof.Dr.H. Sirajuddin, M.,M.Ag.,MH beserta Direktur Pascasarjana, Kabag perencanaan, SPI, Kasubag Humas, Ketua tim Transformasi UIN dan konsultan memaparkan Masterplan UIN Fatmawati yang akan dibangun. Mereka mempresentasikan di hadapan Bupati, DPRD seluma, Tokoh masyarakat, beserta OPD di ruangan rapat Bupati Seluma.

Rektor IAIN menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang, sehingga mereka yang peduli dengan pendidikan adalah mereka yang berfikir kedepan bukan instan. Dirinya menyakini, dengan adanya kampus 2 ini maka akan memajukan Seluma dalam segala aspek.

“Kita sangat bersyukur atas kepedulian Bupati Seluma yang telah menghibahkan lahan 100 hektar. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang, dampaknya tidak instan, tapi berproses, dan pasti, banyak daerah-daerah maju karena lembaga pendidikannya maju,” imbuh rektor.

Rektor menambahkan bahwa Transformasi IAIN Bengkulu tingal menunggu hari, saat ini rektor terus berkomunikasi dengan Menpan-RB. Proses pemberkasan tinggal menunggu paraf 2 kementerian, yaitu Menag dan Menpan. Dalam minggu ini sudah diparaf dan akan ditanda tangani Presiden Joko Widodo untuk menjadi Perpres.

“Untuk rencana pembangunan kampus 2 ini akan dimulai tahun 2023. Jika pembebasan lahan selesai pada tahun ini maka tahun 2022 akan dilakukan pengusulan dana dari APBN untuk 2023, sehingga pembangunan segera di proses,” tukasnya. [KC]