Memaksimalkan Potensi Laut, Pemerintah Perlu Menyiapkan Master Plan

CacamNian.com, Bengkulu – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu menyebut produksi tangkapan nelayan Bengkulu pada 2019 sebanyak 70,829 ton dengan nilai mencapai Rp2,6 miliar lebih.

Hal itu meningkat dibanding tahun 2018, yaitu sebanyak 67,299 ton dengan nilai mencapai Rp2,4 miliar lebih.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu merancang program pembuatan rumpon atau rumah ikan di sejumlah titik di perairan Bengkulu sebagai upaya mendorong peningkatan hasil tangkapan nelayan di daerah itu.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyebut, dengan memiliki garis pantai sepanjang 525 kilometer menjadikan Provinsi Bengkulu daerah dengan sumber daya laut yang besar, namun potensi kemaritiman itu masih belum dikelola secara optimal sehingga belum bisa memberikan kemakmuran bagi masyarakat.

Padahal, kata Rohidin, nilai tukar pada perikanan tangkap lebih besar dibandingkan perikanan budidaya sehingga kekayaan laut Bengkulu yang melimpah ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya namun harus mengikuti aturan yang ada.

“Semua itu tentunya butuh sarana dan prasarana, juga dibutuhkan teknologi yang lebih baik dan lengkap Karena bagaimanapun juga posisi laut yang ada di Provinsi Bengkulu dengan ombak laut yang cukup tinggi,” katanya.

Sementara, Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, pemerintah perlu lebih serius dalam mengoptimalkan potensi sumber daya seperti laut ini.

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini menjelaskan, Bengkulu sangat potensial menjadi kawasan investasi pengembangan ekonomi maritim di koridor barat Sumatera. Berbagai jenis ikan kualitas ekspor tersedia di perairan Bengkulu, seperti tuna, tenggiri, kerapuh hingga lobster.

“Untuk memaksimalkan potensi, pemerintah perlu menyiapkan master plan terkait pengembangan sektor perikanan maritim di Bengkulu,” kata Riri Damayanti.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI ini juga mengatakan, berbagai inovasi serta strategi yang dilakukan nanti dapat memaksimalkan pemanfaatan potensi maritim yang ada di Bengkulu.

“Saya harap, ini dapat menjadi salah satu komoditi ekspor unggulan sektor kelautan dan perikanan dari Provinsi Bengkulu, jika benar-banar diolah dengan baik,” demikian Riri Damayanti. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *