Ratusan hektare Rusak

CacamNian.com, Bengkulu – Kawasan Hutan Produksi Air Rami mengalami kerusakan akibat perambahan hutan, Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kabupaten Mukomuko akan segera mengecek kawasan.

Pengecekan tersebut untuk memastikan titik koordinat lokasi kawasan hutan yang rusak.

“Kami akan melakukan pengecekan untuk memastikan titik koordinat lokasi kawasan hutan yang rusak tersebut, kalau pun ada orang yang bisa ditemui mencari informasi pemiliknya,” kata salah seorang pejabat KPHP Kabupaten Mukomuko Weli Sulastri, Kamis.

Weli Sulastri, yang menjabat Kasi Perlindungan, konservasi sumber daya alam, rehabilitasi hutan lahan dan pembedayaan masyarakat KPHP setempat mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait kawasan HP Air Rami di daerah ini yang rusak atau yang telah terbuka akibat perambahan.

Pihaknya menerima informasi terkait kawasan HP Air Rami di daerah ini yang rusak atau yang telah terbuka akibat perambahan tersebut dari sebuah “Grup Whatshapp” beranggotakan berbagai perwakilan pemerintahan dan organisasi lingkungan di provinsi setempat.

Terkait dengan tindakan atau sanksi selanjutnya terhadap orang yang melakukan perambahan dalam kawasan HP Air Rami belum ada, tindakan terhadap pelaku berupa pembinaan.

“Kita minta tolong kepada orang yang membuka lahan dalam kawasan hutan tersebut agar meninggalkan kawasan tersebut karena tindakannya membuka lahan dalam kawasan hutan melanggar aturan,” ujarnya.

Ia menyebutkan seluas ratusan hektare kawasan HP Air Rami yang rusak atau yang telah terbuka akibat.

Sementara Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, perambahan hutan dapat menyebabkan terjadinya banyak masalah, seperti terjadinya longsor ataupun banjir.

Ia menyebut, saat ini Indonesia lebih membutuhkan regulasi tegas yang mengikat semua pihak dalam upaya pencegahan perambahan hutan. Regulasi itu harus melibatkan semua sektor yang berkaitan dengan kawasan hutan dan lahan, baik dari sisi pengelolaan ataupun pelestarian.

“Akibat perambahan hutan yang kerap terjadi, kita sudah mengalami banyak kerugian. Untuk itu, saya minta pemerintah untuk merumuskan regulasi yang efektif dalam menyelesaikan permasalahan ini,” tegas Riri Damayanti.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini mengajak masyarakat mensukseskan gerakan penghijauan terhadap wilayah hutan yang sudah mulai terambah.

“Mari sukseskan program penghijauan di Bengkulu dengan terdistribusinya bibit-bibit gratis yang telah disiapkan pemerintah kepada masyarakat luas,” tutur Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menjelaskan, program persemaian dan penanaman bibit tanaman ini begitu penting bukan hanya untuk melestarikan alam, namun juga untuk membangunkan semua lahan tidur yang di Bengkulu jumlahnya begitu banyak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *