Senator Riri Gelar Semarak Melayu Nusantara

CacamNian.com, Bengkulu – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menggelar penanaman Wawasan Kebangsaan dengan tema “Semarak Melayu Nusantara” di Gedung Taman Budaya Bengkulu, kemarin.

Agenda yang mempunyai beragam kegiatan itu merupakan usaha untuk melestarikan nilai-nilai seni budaya nusantara, yang menurut Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini adalah tanggung jawab bersama.

“Penyelenggaraan pentas-pentas kesenian dan kebudayaan harus diperbanyak agar masyarakat tidak buta terhadap kebudayaan dan kesenian yang ada. Seni budaya Melayu adalah salah satu warisan dari nenek moyang nusantara dan merupakan salah satu aset dan simbol negara,” ungkap Riri Damayanti.

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini menjelaskan bahwa masyarakat punya peran yang paling besar dalam pelestariannya. Bukan hanya agar seni budaya Indonesia tidak diklaim negara lain, namun juga agar generasi lanjut sadar tentang betapa penting serta berharganya kebudayaan yang mereka miliki.

“Dari sini maka sangatlah penting mengembalikan kesadaran masyarakat betapa pentingnya memahami kebudayaan yang dimiliki bangsa ini. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran dan selektif dalam menerima kebudayaan-kebudayaan baru seperti halnya kebudayaan barat. Ambil yang baik, campakkan yang buruk,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini juga menjelaskan, penanaman wawasan kebangsaan sejak dini sangatlah penting hal yang dapat dilakukan adalah penanaman sikap toleransi terhadap kebudayaan dan kesenian yang beragam dan hal itu ditujukan agar setiap masyarakat lebih menghargai adanya perbedaan kebudayaan satu sama lain.

Dialog ini berjalan kondusif, peserta menanyakan cara mempertahankan seni budaya sebuah negara yang terdiri dari pulau-pulau besar yang kalau digabung dengan yang kecil-kecil jumlahnya mencapai 17.504 pulau mengingat populasinya saja besar sekali. Lima besar dunia. Ada 700 bahasa daerah, 1.340 suku bangsa, 300 kelompok etnis yang masing-masing tiap etnis punya warisan budaya sendiri-sendiri yang terus berkembang yang dulunya mungkin diwarisi dari budaya Arab, India, Tiongkok, Eropa, atau budaya Melayu sendiri.

Dalam forum ini tersebut masyarakat masih banyak yang acuh tak acuh. Jarang sekali seni budaya Melayu ditampilkan dan mendapatkan tempat istimewa dalam acara-acara pemerintahan. Disebutkan pada hampir semua kegiatan besar misalnya, selalu yang ditonjolkan adalah budaya barat, lagu-lagunya pun lagu barat, musiknya musik pop, sehingga ada budaya Melayu dianggap ketinggalan zaman, dicibir dan ditertawai.

Dalam forum ini para peserta difasilitasi berbagai materi menarik. Dalam forum ini juga ditampilkan ragam penampilan adat budaya Melayu yang menghibur para peserta yang hadir. [**]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *