oleh

Inovasi Kekinian untuk Tumbuh Kembangnya Pertanian

Ilustrasi.

CacamNian.com, Bengkulu – Di massa pandemi covid-19 pertanian bisa menyelamatkan bangsa dan negara. Untuk itu, generasi muda harus menjadi pelopor produk pertanian.

Hal itu dikatakan Arief ,koordinator Pemuda Berdikari. Ia mengatakan, generasi muda harus bisa mengambil peran untuk menjadi petani milineal. Memberikan inovasi kekinian untuk terus berkembangnya pertanian.

“Dengan inovasi, produk-produk pertanian lokal itu dapat lebih diminati oleh masyarakat lokal itu sendiri. Kerena harus diingat bahwa hasil pertanian merupakan kebutuhan primer bagi semua manusia untuk bertahan hidup seperti beras, buah, sayuran,dan bahan makanan lainnya,” jelasnya, Rabu (7/4/2021).

Lanjutnya, apabila dikelola dengan baik dan terus berinovasi maka hasil pertanian bisa memberikan pendapatan yang baik. Jika tidak menutup kemungkinan bila mengatakan menjadi petani di era milineal sekarang ini bisa memberikan pendapatan yang jaga menjanjikan dari pekerjaan lainnya.

“Pertanian adalah kekuatan kita, tapi strategi dan pembangunan pertanian kita memerlukan penyempurnaan,” ujarnya.

Sementara Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menyebut, masalah ketahanan pangan yang sejak pandemi covid-19 telah menjadi salah satu isu krusial di negara-negara berkembang.

Menurut Perempuan yang digelari Putri Dayang Negeri oleh Masyarakat Adat Tapus ini, peran pertanian akan semakin signifikan ketika dukungan pemerintah tak putus terutama untuk bagaimana bisa menyejahterakan petani yang selama ini masih termarjinalkan.

“Saya mencermati sejumlah program pertanian tahun 2021 ini cukup baik. Semoga bisa terealisasi dan terutama dapat mensejahterakan petani yang selama ini masih terpinggirkan,” kata Hj Riri Damayanti John Latief.

Diantara program-program tersebut adalah pengembangan pertanian modern dalam bentuk pengembangan smart farming, pengembangan dan pemanfaatan screen house untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura di luar musim tanam seperti cabai, bawang dan komoditas bernilai ekonomi tinggi, pengembangan korporasi petani dan petani milenial.

“Saya tertarik dengan program sekolah pertanian yang akan dicanangkan di 34 provinsi, penguatan kinerja penyuluh pertanian dan menumbuhkan 2,5 juta petani milenial. Saya dukung program ini berjalan, terutama untuk daerah-daerah seperti Bengkulu dan Aceh yang selama ini perlu mendapat dukungan dari program-program seperti ini,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed