oleh

Pertanian Keluarga Solusi Ketahanan Pangan

Ilustrasi.

CacamNian.com, Bengkulu – Kementerian Pertanian memberikan perhatian serius terhadap upaya pengentasan daerah rentan rawan pangan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pertanian Keluarga. .

Anggota DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mendukung upaya tersebut. Ia menilai ketahanan pangan itu harus dibangun dari unit terkecil.

“Saya mendukung upaya tersebut. Kita harus membangun ketahanan pangan dari unit terkecil di masyarakat, yaitu keluarga,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini berharap, pertanian keluarga tidak hanya untuk meningkatkan penyediaan pangan dan kesejahteraan petani, namun juga mengentaskan daerah rentan rawan pangan.

“Melalui pertanian keluarga, diharapkan kebutuhan pangan masyarakat terjamin. Mulai dari desa sampai ke tingkat kabupaten dan kotamadya, hingga akhirnya secara nasional,” ucap Riri.

Perlu diketahui, pertanian keluarga dibangun BKP pada 2020 di 80 lokasi. Pada 2021, pembangunan PK ditambah sebanyak 150, sehingga total pertanian ini mencapai 230 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Andriko Noto Susanto berharap, pertanian keluarga dapat dikembangkan oleh pemerintah daerah (pemda).

“Model PK ini sangat strategis untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Sebab, kelompok diberi keleluasaan mengelola dana bantuan pemerintah untuk produksi pangan sesuai petunjuk teknis (juknis),” ujarnya.

Oleh karenanya, Andriko berharap, pemda dapat mereplikasikan PK melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pasalnya, kata dia, dalam pertanian keluarga, BKP mengintervensi kegiatan melalui bantuan permodalan, pemberdayaan masyarakat, dan penyuluhan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed