Menggali Potensi Laut yang Melimpah Ruah

CacamNian.com, Bengkulu – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menyebut, laut Bengkulu perlu diolah lebih maksimal agar bisa memberikan kemakmuran bagi masyarakat.

Hal itu karena Bengkulu memiliki garis pantai sepanjang 525 kilometer menjadikan Provinsi Bengkulu daerah dengan sumber daya laut yang besar.

“Sehingga Bengkulu harus dikelola dengan baik, agar terciptanya kemandirian ekonomi, dan kemakmuran bagi masyarakat. Saya juga mendukung Pemerintah Provinsi Bengkulu yang merancang program pembuatan rumpon atau rumah ikan di sejumlah titik untuk mendorong peningkatan hasil tangkapan nelayan,” kata Riri Damayanti.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu menyebutkan produksi tangkapan nelayan Bengkulu pada 2019 sebanyak 70,829 ton dengan nilai mencapai Rp2,6 miliar lebih, meningkat dari 2018 sebanyak 67,299 ton dengan nilai Rp2,4 miliar lebih.

Untuk hasil produksi ikan budi daya air tawar di Bengkulu pada 2020 mengalami kemerosotan dibanding tahun sebelumnya.

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bengkulu mencatat produksi ikan budi daya air tawar di Bengkulu pada 2019 mencapai 122,79 ton sedangkan hingga September 2020 jumlahnya hanya 4 ton lebih.

“Kita meminta kepada pemerintah untuk mengembangkan perikanan dalam skala industri, sehingga perikanan dapat memberi nilai tambah yang signifikan baik terhadap nelayan maupun untuk sumber pendapatan daerah,” ujarnya.

Sementara Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, Pemprov Bengkulu merancang program pembuatan rumpon atau rumah ikan di sejumlah titik untuk mendorong peningkatan hasil tangkapan nelayan.

Selain itu, program rumpon itu juga bertujuan mengantisipasi penggunaan alat tangkap yang tak ramah lingkungan seperti pukat harimau.

“Dengan demikian, hasil tangkapan nelayan kita tetap berlimpah, tetapi di sisi lain kita juga mencegah penggunaan alat tangkap ilegal yang tidak ramah lingkungan dan merugikan nelayan itu sendiri,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, nilai tukar pada perikanan tangkap lebih besar dibandingkan dengan perikanan budi daya sehingga kekayaan laut Bengkulu yang melimpah ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, tetapi harus mengikuti aturan yang ada.

“Semua itu tentunya butuh sarana dan prasarana, juga dibutuhkan teknologi yang lebih baik dan lengkap Karena bagaimanapun juga posisi laut yang ada di Provinsi Bengkulu dengan ombak laut yang cukup tinggi,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *