Opini

Kartini dan Semangatnya
Opini

Kartini dan Semangatnya

Kartini adalah pelopor dari gerakan relovusi Indonesia sejak awal, setelah itu baru munculah banyak tokoh pergerakan mulai Ki Hajar Dewantara, HOS Cokroaminoto hingga Soekarno. Banyak pemikiran-pemikiran kritis yang ia tulis melalui surat-suratnya yang kemudian menjadi gagasan revolusioner bagi kaum gerakan perempuan saat ini, yakni: Semangat anti feodalisme Dengan takdir hidup sebagai putri bangsawan, segala kebutuhan Kartini tentu sangat mudah didapat. Mulai dari penghormatan, kebaktian hingga pengorbanan tanpa pamrih dari masyarakat terhadapnya mengingat statusnya sebagai kaum bangsawan. Tapi Kartini tidak terlena, kondisi ini justru semakin membuatnya miris. Kartini sangat tidak membenarkan tata hidup Feodalisme, karena tata hidup demikian baik dan buruknya tidak memiliki bata...
Petaka Bagi Petani, Impor Beras Saat Musim Panen Raya
Opini

Petaka Bagi Petani, Impor Beras Saat Musim Panen Raya

Pemerintah tidak patut melakukan impor, apalagi di tengah musim panen raya petani. Bayangkan saja jumlahnya tidak tanggung tanggung mencapai 1 juta ton, yang katanya digunakan sebagai cadangan beras pemerintah [CBP] dan setengahnya lagi sesuai kebutuhan Perum Bulog. Rencana impor di tengah petani yang sedang panen raya penanda bahwa pemerintah abai atas situasi yang terjadi pada rakyat (petani)nya. Berikut prognosa yang di beritakan koran Kompas pada Jumat, 19 Maret 2021, bahwa ketersedian dan kebutuhan beras nasional pada Januari - Mei 2021 mencapai 17.511.596 ton, dengan total perkiraan kebutuhan mencapai 12.336.041 ton. Hal ini terjadi berulang ulang. Jadi, bukan salah kelola tapi kesengajaan untuk mengambil keuntungan dari kebijakan legal pemerintah. Beberapa kali impor beras se...
Melepas Label Legal dan Ilegal Tambang Buranga
Opini

Melepas Label Legal dan Ilegal Tambang Buranga

Cerita soal tambang selalu berujung pada kerusakan ekologis, eksploitasi yang begitu masif menjadi dalang utama pengrusakan dan penghancuran ekosistem yang ada. Peristiwa yang mengakibatkan hilangnya enam nyawa warga di kawasan pertambangan Desa Buranga Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong itu merupakan bencana berulang dari buruknya aktifitas pertambangan di negeri kita. Beragam kritik dengan berbagai macam perspektifpun bermunculan dalam merespon banyaknya jumlah pekerja yang mati tertimbun reruntuhan bekas penggalian yang amburadul tersebut, pokok yang paling menjadi perhatian adalah menyoal tentang legal dan tidak legalnya aktifitas pertambangan Desa Buranga Ampibabo itu. Benarkah ini hanya urusan legal dan tak legal? Persoalan tambang kita tak cukup hanya di usut p...
Meretas Kegagalan Indonesia Sebagai Bangsa yang Merdeka
Headline, Opini

Meretas Kegagalan Indonesia Sebagai Bangsa yang Merdeka

Sudah hampir seabad deklarasi kemerdekaan Republik Indonesia dicetuskan lewat naskah proklamasi, gonjang-ganjing perekonomian, sosial dan politik terus mengalami perubahan yang sangat dinamis bahkan berakhir tragis. Setengah abad dari usia kemerdekaan tidak berbarengan dengan kondisi ekonomi, sosial dan politik yang lebih baik. Sebaliknya, fenomena kemiskinan, ketidakadilan dan ancaman perpecahan sudah menjadi dagelan setiap harinya. Masalahnya bukan pada cara kita berwarga negara, tak ada yang salah dengan itu semua, yang ada kesalahan dalam mengelola negara. Perilaku berwarga negara merupakan cerminan dari pengelolaan negara itu sendiri. Memiliki sumber daya alam yang melimpah, populasi penduduk yang tinggi, tanah yang subur, wilayah yang sangat strategis merupakan modal uta...
Gerakan Kenabian dan Akhir Kapitalisme
Opini

Gerakan Kenabian dan Akhir Kapitalisme

Baginda Nabi Agung Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam dalam hadist riwayat Imam Ahmad, kurang lebih mengatakan, bahwa zaman dibagi menjadi lima, yakni zaman Nubuwwah, zaman Keemasan, zaman Kerajaan, zaman Jababiro dan zaman Keagungan dimana kepemimpinan akan berjalan di atas kenabian. Dalam hadist yang dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani tersebut, banyak ulama menafsirkan bahwa zaman Nubuwwah atau zaman kenabian, telah usai dengan wafatnya Nabi Muhammad. Zaman Keemasan yang dipimpin oleh para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun telah berakhir. Sementara zaman Kerajaan cukup lama pula sirna dan saat ini manusia tengah berjalan pada zaman Jababiro, sebuah zaman kebebasan dimana maksiat hampir terjadi dimana-mana. Di zaman ini, fitnah bertebaran, ora...
Hanya Ada Satu Cara Atasi Pandemi
Opini

Hanya Ada Satu Cara Atasi Pandemi

"Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." Qur'an Surat As-Sajdah ayat 21. Persis seperti ramalan seorang alim ulama jauh sebelum pergantian tahun, situasi 2021 akan lebih berat bilamana manusia tidak segera melakukan pertobatan secara massal. Baru-baru ini, Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, menyatakan, varian baru mutasi virus corona SARS-CoV-2 yang tengah melanda sejumlah negara di dunia akan memperpanjang masa pandemi bila tak disikapi dengan hati-hati. Kompas, Rabu (6/1/2020) kemarin melansir, rumah sakit-rumah sakit beberapa kota di Amerika Serikat telah kewalahan menangani pasien Covid-19. Di Indonesia, kondisinya tak jauh berbeda. Ke...
Dakwah, Insya Allah Selamatkan Bengkulu
Opini

Dakwah, Insya Allah Selamatkan Bengkulu

Sepanjang tahun 2020, Bengkulu melewati berbagai ujian dan tantangan yang cukup berat. Yang paling mencolok diantaranya adalah ketika tanah kelahiran Fatmawati ini dinobatkan sebagai provinsi termiskin di Sumatera. Seperti di seluruh dunia, pandemi covid-19 ikut memukul Bengkulu. Jumlah pasien membludak. Rumah sakit tak mampu menampung jumlah pasien yang meluber di halaman rumah sakit. Ekonomi lunglai. Belajar, bekerja dan beribadah di rumah sebagai dampak pandemi menemui banyak masalah dalam praktik. Alam rusak. Gempabumi berkali-kali mengguncang Bumi Rafflesia berikut bencana lain seperti banjir, longsor dan puting beliung. Berbagai ekosistem terganggu akibat alih fungsi lahan untuk permukiman, praktik pertambangan, perkebunan, sumber daya energi, hingga perambahan. Jalan to...
HEALTHY, Opini, Science, Uncategorized

Kisah Wanita Pecandu Masturbasi dan Psikolog Legendaris

Sekitar tahun 1892, seorang wanita muda cantik berusia 27 tahun yang bernama Emma Eckstein mengunjungi seorang ahli neurologi atau ahli saraf bernama Sigmund Freud untuk mencari pengobatan dari gejala tidak jelas yang dia alami. Kunjungan tersebut adalah awal dari tahun-tahun panjang yang akan dialami Emma sebagai pelampiasan "hasrat" keilmuan Sigmund, hingga nasibnya berakhir tragis. Kisah tersebut sangat aneh, bagaimana Sigmund membuat hipotesis tersebut dan yang paling aneh adalah mengapa Emma rela diperlakukan demikian. Menariknya, tindakan malpraktik medis paling aneh yang pernah terjadi lebih dari seratus tahun yang lalu itu terdokumentasikan dengan baik, dan bahkan dituliskan sendiri oleh Sigmund Freud, termasuk catatan korespondensinya dengan Flies. Catatan tersebut kemudian...