oleh

Senator Riri Bangun Optimis Entaskan Kemiskinan di 2021

CacamNian.com, Bengkulu – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merilis data angka kemiskinan di Bengkulu. Hasilnya memperlihatkan peningkatan jumlah penduduk miskin di provinsi tersebut.

Berdasarkan data BPS, pada September 2020, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Bengkulu mencapai 305.997 orang (15,30 persen), naik sebesar 7.993 orang dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang sebesar 298.004 orang (14,91 persen).

Senator Muda Indonesia, Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, meningkatnya kemiskinan Bengkulu ini perlu dievaluasi bersama, apa penyebabnya, mengapa kemiskinan bisa meningkat.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menjelaskan, upaya untuk mengentaskan kemiskinan memang tidak semudah mengembalikkan telapak tangan, sehingga perlu program-program yang lebih spesifik dari anggaran daerah, maupun pusat.

“Termasuk dengan menyelenggarakan berbagai program seperti menyelesaikan infrastruktur jalan dan jembatan, kesehatan dan pendidikan. Pemerintah daerah punya tanggungjawab untuk memastikan setiap program berjalan dengan baik dan sampai kepada masyarakat. Kalau semua bergotong royong, hasilnya pasti baik,” ungkap Senator Riri.

Perempuan yang mendapat gelar Putri Dayang Negeri oleh Masyarakat Adat Tapus Lebong ini optimis jika program-program pemerintah berjalan dengan baik, maka usaha untuk menurunkan angka kemiskinan bisa lebih maksimal.

Diketahui, berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin pada September 2020 sebesar 305.997 orang, naik 3.418 orang dibanding Maret 2020 yang sebesar 302,579 orang. Penduduk miskin Sep 19-Sep 20 naik 7.993 orang.

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2019 sebesar 14,13 persen naik menjadi 15,06 persen pada September 2020. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2019 sebesar 15,30 persen naik menjadi 15,42 persen pada September 2020.

“Selama periode September 2019–September 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 5.879. Begitu juga di daerah perdesaan bertambah sebanyak 2.114 orang dari 204.486 menjadi 206.600 orang pada September 2020,” ungkap kepala BPS Provinsi Bengkulu, Ir. Win Rizal, ME,.

Ia menjelaskan, peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinanjauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2020 tercatat sebesar 73,96 persen.

“Kondisi ini mengalami penurunan jika dibanding kondisi September 2019 yaitu sebesar 73,97 persen,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Rizal, indeks kedalaman kemiskinan naik dari 2,01 pada September 2019 menjadi 2,51 pada September 2020. Sedangkan indeks keparahan kemiskinan juga naik dari 0,45 menjadi 0,64 pada periode yang sama. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed