oleh

Waspadai Badai Petir

Ilustrasi.

CacamNian.com, Bengkulu – Cuaca ekstrem yang Bengkulu akhir-akhir ini mengakibatkan pohon di Kota Bengkulu bertumbangan.

Walaupun pohon tumbang itu tak memakan korban, namun hal itu tetap menjadi kewaspadaan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengimbau kepada masyarkat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan terjadinya bencana alam banjir, tanah longsor, angin kencang atau anging puting beliung.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menjelaskan, banjir besar yang pernah melanda Bengkulu setelah melalui berbagai telaah disimpulkan bukan hanya karena faktor alam seperti curah hujan, namun juga karena rusaknya lingkungan.

“Saya yakin problem-problem lingkungan hidup seperti ini bisa dipecahkan bersama antara masyarakat, akademisi, lembaga-lembaga pekerjaan umum, lingkungan hidup dan berbagai komunitas yang ada,” ujar Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini mengimbau setiap daerah yang belum menyempurnakan dan mengesahkan peraturan daerah (perda) rencana tata ruang wilayah (RTRW) sesuai dengan situasi kekinian agar dapat segera merampungkannya.

“Segera sahkan dan laksanakan, mudah-mudahan membawa kebaikan untuk Bengkulu. Jadi kerusakan-kerusakan yang sekarang bisa direm, diperbaiki dan ancaman-ancaman kedepan bisa diantisipasi. Bersusah-susah sekarang supaya nggak ada sesal kemudian,” tukas Hj Riri Damayanti John Latief.

Sementara, BMKG merilis memberikan peringatan cuaca ekstrem pada Kamis (1/4/2021).

BMKG juga memberikan peta sebaran gambaran potensi gelombang tinggi untuk sejumlah perairan di Indonesia.

Dikutip dari BMKG, berikut ini rincian peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia:

BMKG menjabarkan, pusat tekanan rendah terpantau di Laut Sulawesi yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Laut Sulu, dari Kalimantan Utara hingga Gorontalo dan Laut Sulawesi.

Sirkulasi siklonik terpantau di NTT, perairan Barat Daya Lampung dan di Laut Andaman yang membentuk konvergensi memanjang di Laut Timor, NTT, dari Banten hingga Laut Jawa, dari perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, di Laut Jawa, di Lampung dan di perairan Barat Lampung.

Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang:

Aceh

Bengkulu

Lampung

Banten

Jawa Barat

Jawa Tengah

Yogyakarta

Jawa Timur

Bali

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Utara

Kalimantan Timur

Sulawesi Utara

Gorontalo

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Maluku Utara

Maluku

Papua Barat

Papua

Area Perairan dengan Gelombang Tinggi (2.50 – 4.0 m)

Selat Malaka bagian Utara

Perairan Sabang

Perairan Barat Aceh

Perairan Barat P.Simeulue – Kep.Mentawai

Perairan Enggano-Bengkulu

Perairan Barat Lampung

Samudera Hindia Barat Sumatera

Perairan Selatan P.Jawa – P.Bali

Selat Bali bagian Selatan

Samudera Hindia Selatan Banten hingga NTB.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed