oleh

Objek Raperda Kepemudaan Dinilai Belum Jelas

Mantan Fungsionaris PB HMI Aan Julianda

CacamNian.com, Kepahiang –  Terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kepemudaan di Kabupaten Kepahiang, Mantan Fungsionaris PB HMI Aan Julianda mengapresiasi ada niatan yang baik memberikan perhatian khusus terhadap pemuda.

Namun, Raperda Kepemudaan tersebut menurut Aan masih menjadi tanya besar proses pembuatannya.

“Saya menilai banyak yang menjadi tanda tanya dalam proses pembuatan Raperda ini. Jangan sampai Raperda ini hanya memenuhi target legislasi periodesasi saja,” ujar Aan, Senin (24/5/2021).

Ada beberapa hal yang menjadi tanda tanya. Pertama, apakah Perda ini lahir dari hasil proses penjaringan aspirasi melalui reses anggota DPRD Kabupaten Kepahiang atau lahir hasil dari kunker ke daerah lain?

“Ini yang menjadi pertanyaan selanjutnya terkait substansi dalam Raperda tersebut, apakah yang dikehendaki pemuda-pemuda di kepahiang, jangan sampai hanya meniru draf di daearah lain karena faktor sosiologis dan psikologis pemuda di setiap daearah ini berbeda,” tegasnya.

Kemudian pada diktum menimbang pada poin B, disebutkan tentang angka pengangguran Pemuda usia produktif yang di Kepahiang cenderung tinggi.

Pada diktum mengingat pada point 5 ada Undang-Undang Cipta kerja No 11 tahun 2021 kemudian pada uraian pasal-pasalnya juga banyak yang masih mengandung pertanyaan contoh terkait pengembangan kewirausahaan yang dijelaskan.

Menurutnya lagi, di dalam raperda tersebut tidak dijelaskan yang mendapatkan pembimbingan kewirausahaan ini organisasi pemuda atau per individu, jangan sampai juga mengenai kewirausahan ini tumpang tindih dengan aturan mengenai UMKM.

“Sebenarnya terkait pasal ini banyak yang masih diperdebatkan, misalnya tentang pelatihan kepemudaan yang berjenjang mulai dari tingkat kecamatan tidak diatur juga mengenai penyelenggara dan pesertanya, mengenai wajib lapor kegaiatan per tahun, mengenai pendataan dan masih banyak lagi,” ungkapnya.

Kemudian, ia mempertanyakan kembali terkait seluruh organisasi kepemudaan di Kepahiang yang pernah diajak duduk satu meja berdiskusi terkait Perda ini.

“Kita berharap jangan di Paripurnakan dulu sebelum seluruh perwakilan OKP yang ada di kepahiang di ajak berdiskusi satu meja,” jelas aan yang juga wakil ketua Angkatan Pembaharuan Indonesia Provinsi Bengkulu.

“Objek dari raperda ini belum jelas, jangan sampai perda ini nantinya hanya menguntungkan sekelompok pemuda elit dikepahiang saja. Pemuda yang mana yang menghendaki lahirnya perda kepemudaan ini ???,” tutup Aan.  [M]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed